Prima Unggul Global
HomeUmrah ProgramsHajj ProgramsEducationGalleryAboutContactConsult Now🇮🇩ID
HomeUmrah ProgramsHajj ProgramsEducationGalleryAboutContactConsult Now🇮🇩ID
Prima Unggul Global

The largest Umrah and Hajj travel agency in Eastern Indonesia, based in Makassar, South Sulawesi. Officially registered with the Ministry of Religion, IATA and ASITA member.

Guides & Education

  • Apa Itu Badal Umroh?
  • Doa-doa Umroh
  • Biaya Umroh 2024
  • Lihat Semua >

Programs

  • Umrah Programs
  • Hajj Programs
  • Gallery

Contact

  • info@primaunggulglobal.com
  • +62-811-4448181
  • About Us

Copyright ©2024 PT Prima Unggul Global. All rights reserved.

Designed by MammiriWeb

Edukasi & Info

Berapa Kali Idealnya Menunaikan Sunnah Umroh?

Berapa Kali Idealnya Menunaikan Sunnah Umroh?

Sunnah Umroh Berapa Kali? Panduan Lengkap Jumlah Ideal Pelaksanaan Umroh

Jamaah Prima yang dirahmati Allah SWT, salah satu pertanyaan yang kerap muncul di kalangan jamaah umroh adalah: "Sunnah umroh berapa kali dalam satu kali perjalanan?" atau "Apakah lebih utama memperbanyak umroh atau memperbanyak thawaf sunnah selama di Makkah?" Pertanyaan ini sangat wajar mengingat besarnya keinginan setiap muslim untuk meraih pahala sebesar-besarnya selama berada di Tanah Suci. Mari kita bahas tuntas berdasarkan pandangan para ulama.

Keutamaan Ibadah Umroh dalam Islam

Sebelum membahas berapa kali idealnya melaksanakan sunnah umroh, penting bagi Jamaah Prima untuk memahami terlebih dahulu keutamaan ibadah umroh itu sendiri. Rasulullah SAW bersabda:

"Al-'umratu ilal 'umrati kaffaratun lima bainahuma" — "Umroh ke umroh berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan betapa agungnya pahala umroh sebagai penghapus dosa. Namun, apakah ini berarti kita harus melaksanakan sunnah umroh sebanyak-banyaknya dalam satu kali perjalanan? Di sinilah para ulama memiliki pandangan yang berbeda-beda.

Pandangan Ulama tentang Sunnah Umroh Berapa Kali

Jamaah Prima, terdapat dua pendapat utama di kalangan ulama mengenai pelaksanaan umroh berkali-kali dalam satu safar (perjalanan):

Pendapat Pertama: Cukup Satu Kali Umroh

Sebagian ulama, termasuk Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan muridnya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah, berpendapat bahwa melaksanakan umroh cukup satu kali dalam satu perjalanan. Dalil mereka adalah praktik Rasulullah SAW dan para sahabat yang umumnya hanya melaksanakan satu kali umroh dalam setiap perjalanan ke Makkah. Bahkan selama hidup beliau, Rasulullah SAW hanya melaksanakan empat kali umroh.

Menurut pendapat ini, waktu selebihnya di Makkah lebih baik digunakan untuk memperbanyak thawaf sunnah (tanpa sa'i dan tahallul), shalat di Masjidil Haram (yang pahalanya setara 100.000 kali shalat di masjid lain), membaca Al-Quran, berdzikir, dan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Mereka berargumen bahwa keluar-masuk ke miqat setiap hari untuk mengambil umroh baru justru menyita waktu dan tenaga yang bisa digunakan untuk ibadah lain di dalam Masjidil Haram.

Pendapat Kedua: Boleh dan Dianjurkan Berumroh Berkali-kali

Sebagian ulama lainnya, termasuk mayoritas ulama mazhab Syafi'i dan Hanbali, membolehkan dan bahkan menganjurkan untuk melaksanakan sunnah umroh lebih dari satu kali selama berada di Makkah. Mereka berdalil dengan keumuman hadits tentang keutamaan umroh serta praktik sahabat Aisyah radhiyallahu 'anha yang pernah mengambil umroh dari Tan'im atas izin Rasulullah SAW.

Berapa Kali Idealnya Melaksanakan Sunnah Umroh?

Dengan mempertimbangkan kedua pendapat di atas, Jamaah Prima sebaiknya mengambil jalan tengah yang bijaksana. Melaksanakan umroh dua hingga tiga kali dalam satu perjalanan sudah sangat baik dan memadai. Pembagian waktunya bisa diatur sebagai berikut:

  • Umroh pertama — untuk diri sendiri, sebagai ibadah utama perjalanan.
  • Umroh kedua — diniatkan sebagai badal untuk orang tua, kerabat yang telah wafat, atau saudara seiman yang memiliki udzur syar'i.
  • Umroh ketiga — sebagai tambahan pahala atau badal untuk orang lain yang diamanahkan.

Waktu selebihnya, Jamaah Prima dapat memaksimalkan ibadah di Masjidil Haram seperti shalat lima waktu berjamaah, shalat tahajjud, memperbanyak thawaf sunnah, membaca Al-Quran, berdoa di Multazam, dan minum air Zamzam.

Lokasi Miqat untuk Umroh Tambahan

Bagi Jamaah Prima yang sudah berada di Makkah dan ingin melaksanakan sunnah umroh tambahan, Anda perlu keluar dari batas tanah haram menuju salah satu miqat berikut untuk mengambil ihram baru:

  • Masjid Tan'im (Masjid Aisyah) — lokasi miqat terdekat dari Masjidil Haram, berjarak sekitar 7 km. Tempat ini paling sering dipilih jamaah karena mudah dijangkau.
  • Ji'ranah — terletak sekitar 24 km dari Masjidil Haram. Tempat ini memiliki keutamaan karena Rasulullah SAW pernah berihram umroh dari sini setelah Perang Hunain.
  • Hudaibiyah (Syumaisi) — terletak sekitar 22 km dari Masjidil Haram, juga merupakan salah satu opsi miqat untuk umroh tambahan.

Fasilitas Umroh Tambahan Bersama PT Prima Unggul Global

Jamaah Prima yang mengikuti paket umroh dari PT Prima Unggul Global akan mendapatkan fasilitas 3 kali umroh dalam satu perjalanan, yaitu:

  • Umroh pertama: Miqat dari Bir Ali (Dzul Hulaifah) saat perjalanan dari Madinah ke Makkah — ini adalah miqat utama yang digunakan Rasulullah SAW.
  • Umroh kedua: Miqat dari Ji'ranah — memberikan pengalaman berihram dari tempat bersejarah.
  • Umroh ketiga: Miqat dari Tan'im (Masjid Aisyah) — memudahkan jamaah yang ingin membadalkan umroh untuk keluarga.

Setiap pelaksanaan sunnah umroh tambahan selalu didampingi oleh mutawwif berpengalaman yang memastikan seluruh rangkaian ibadah terlaksana dengan sempurna. Tim Prima Unggul Global juga menyediakan transportasi bus ber-AC yang nyaman untuk perjalanan menuju miqat, sehingga jamaah tetap segar dan tidak kelelahan saat memulai ihram.

Tips Memaksimalkan Ibadah Selama di Makkah

Selain melaksanakan sunnah umroh, Jamaah Prima juga dapat memaksimalkan waktu di Tanah Suci dengan berbagai ibadah lainnya:

  • Shalat lima waktu berjamaah di Masjidil Haram yang pahalanya setara 100.000 kali shalat.
  • Memperbanyak thawaf sunnah, terutama di waktu-waktu yang relatif sepi seperti setelah shalat Isya atau menjelang Subuh.
  • Membaca Al-Quran di dalam Masjidil Haram dengan penuh kekhusyukan.
  • Berdoa di Hijr Ismail, Multazam, dan Maqam Ibrahim yang merupakan tempat-tempat mustajab.
  • Minum air Zamzam sebanyak-banyaknya sambil memanjatkan doa.

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai sunnah umroh berapa kali yang ideal dalam satu perjalanan, Jamaah Prima. Yang terpenting bukanlah kuantitas umroh semata, melainkan kualitas dan kekhusyukan ibadah yang kita persembahkan kepada Allah SWT. Jika Anda ingin merencanakan perjalanan umroh yang komprehensif dengan fasilitas umroh tambahan, silakan hubungi tim PT Prima Unggul Global. Kami siap membantu Anda meraih ibadah yang optimal di Tanah Suci. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita. Aamiin.


Siap Merencanakan Perjalanan Suci Anda?

Jangan ragu untuk berkonsultasi langsung dengan konsultan kami. Gratis dan dilayani sepenuh hati.

Tanya KonsultanLihat Paket Umrah